Gugatan Konsumen

Posted: April 13, 2010 by Komnas "PKPU" in Penyelesaian Sengketa Konsumen

Radar Bromo
[ Selasa, 13 April 2010 ]
Sidang Pra Peradilan Subriyanto Dimulai
Gugat Lima Termohon

BANGIL - Upaya Subriyanto untuk mem-pra peradilankan beberapa jajaran mulai terbukti. Siang kemarin (12/4), sidang pertama dibuka di Pengadilan Negeri (PN) Bangil.

Kubu Subriyanto dikuasakan pada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Komite Nasional Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha Indonesia (PKPU). Permohonan pra peradilan diajukan atas penggeledahan dan penahanan yang dinilai tidak sah pada diri Subriyanto. Berkas permohonan disampaikan Siti Utami, advokat pada LBH Komnas PKPU.

Kuasa hukum Subriyanto menggugat lima termohon. Yakni Pemerintah RI Cq Kapolri Cq Kapolda Jatim Cq Kapolres Pasuruan sebagai termohon I. Kemudian, termohon II ditujukan pada Kasat Serse. Penyidik pembantu Brigadir Mulyono sebagai termohon III. Lalu, Kejaksaan agung RI Cq Kejati Jatim cq Kajari Bangil M Sjafaruddin Madjid sebagai termohon IV. Dan termohon kelima JPU Ridho Wanggono.

“Permohonan ini didasarkan pada pasal I ayat 10 sub a, pasal 17, cq pasal 21 ayat (1), (2) dan (3) cq pasal 33 KUHAP pasal 77, pasal 79, pasal 81 KUHP,” ujar Siti Utami membacakan berkas permohonannya.

Sidang yang dipimpin hakim tunggal, Siti Hamidah ini dibuka pukul 11.15 WIB. Sidang pra peradilan ini dibatasi selama sepekan. Oleh karena itu, Hamidah kemarin menawarkan beberapa agenda sidang yang bisa disepakati kedua belah pihak. “Jumat diusahakan sudah ada keputusan,” ujar Hamidah.

Siti Utami kemudian membacakan seluruh materi permohonannya. Dalam permohonan setebal 9 halaman, ia mengungkap kronologis pada 5 April 2010 pukul 20.30 WIB itu.

Dalam permohonan disebutkan, saat itu sebanyak 6 anggota kepolisian Polres Pasuruan telah melakukan perbuatan memasuki rumah Subriyanto. Mereka melakukan penggeledahan rumah tanpa surat izin dari Pengadilan Negeri. Juga tanpa izin dari perangkat desa setempat.

“Pada saat penggeledahan, aparat mengeluarkan kata bernada ancaman melalui istri Subriyanto dengan mengatakan, kenapa mempersulit? Hanya masalah hutang sekuku kok tidak diselesaikan,” ujar Siti Utami membacakan permohonannya.

“Kalau dilihat di sini, penyidik sebenarnya memahami kalau ini adalah masalah perdata (utang piutang), bukan pidana. Sehingga, tindakan penahanan dan penggeledahan rumah Ir H Subriyanto tidak sah dan tidak benar,” imbuh advokat berjilbab ini.

Sidang pra peradilan ini mencuat lebih dulu dari kasus yang dialami Subriyanto, pria asal Karangjati Pandaan yang juga pengurus parpol (PDI-P). Subri sempat dilaporkan Amin Thohari, kawan dekatnya ke Mapolres Pasuruan dengan dugaan penipuan cek kosong.

Namun dalam pra peradilan ini, Subriyanto melalui Siti Utami juga membantah punya utang pada Amin Thohari, Dedy Maryadi, dan Khozin. Menurutnya, Subri memiliki utang pada Tri Murwantoro senilai Rp 15 juta. Itupun sudah dibayar sebagian. Lebih dari Rp 10 juta dan masih kurang sekitar Rp 5 juta. “Tri Murwantoro juga tidak keberatan piutangnya dicicil,” terang Siti.

Soal cek bernomor Eh 451986, lalu Ek 101040 dan cek 101042, Siti juga menjelaskan. Cek itu atas nama Sariono yang diberikan Subri pada Amin Thohari dengan tujuan jaminan untuk pinjam uang. Tetapi tidak satupun cek dapat dicairkan.

“Untuk itu tidak ada satu orang pun yang menjadi korban atas cek itu. Sehingga, tidak dapat seseorang dihukum karena adanya niat saja. Sedangkan perbuatan belum dilaksanakan,” tegasnya.

Bahkan, dalam proses penyidikan di Mapolres Pasuruan, Siti mengungkap jika kliennya merasa ditipu penyidik. Kliennya mengaku telah memberi uang secara bertahap sebesar Rp 10 juta dengan janji kasusnya akan didamaikan. “Tapi, hak-hak Ir H Subriyanto tidak diberikan. Malah diancam hendak ditahan kalau didampingi pengacara,” cetusnya.

Pihak termohon, Ridho Wanggono dan Sugeng Prayitno membantah permohonan Subriyanto. “Di permohonan itu, ada ungkapan Subri diperbolehkan pulang. Dan keesokan harinya disuruh kembali lagi untuk melengkapi uangnya yang kurang. Ini sama sekali tidak benar. Saya justru merasa ketipu. Wong dia bilangnya mau ke belakang sebentar untuk menemui istrinya. Lha, kok malah kabur,” tegas Ridlo.

Sugeng Prayitno juga membantah, jika penyidiknya telah menerima uang Rp 10 juta seperti yang dituduhkan kuasa hukum Subriyanto. “Sama sekali tidak benar. Permohonannya ngawur. Ini akan saya jawab besok (hari ini, Red),” tegas Sugeng. (day/hn)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s