Korban Debt Collector

Posted: September 6, 2010 by Komnas "PKPU" in Berita Polri

Dikejar Debt Collector, Pemuda Gantung Diri

SEBELUM jadi anggota, dirayu dan dipuji. Setelah jadi anggota dan punya utang, dikejar-kejar dan dicaci maki. Itulah nasib Johan Hasan (26), pemilik kartu kredit salah satu bank.

Tak kuat menghadapi ulah para debt collector, warga RT 05/03 Kelurahan Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, ini memilih jalan pintas; gantung diri. Karyawan rendahan sebuah perusahaan swasta ini memilih bunuh diri untuk menghindari tagihan kartu kreditnya yang mencapai Rp 17 juta.

Awalnya, tak ada yang curiga Johan akan bunuh diri. Sebab, pria yang masih lajang ini dikenal bisa menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Namun, perkiraan anggota keluarganya itu ternyata meleset. Rabu (19/3) pagi, Johan nekat gantung diri dengan seutas tali di plafon kamarnya.

Jenazah Johan ditemukan oleh kakaknya, Ayu (28), sekitar pukul 09.00. Pagi itu Ayu sengaja mendatangi kamar Johan yang terletak di lantai dua rumah mereka untuk mengecek keadaan Johan. Ayu mengira adiknya sedang sakit. Biasanya, setiap pukul 08.00 pemuda ini sudah keluar kamar.

Bukan main terkejutnya Ayu begitu masuk ke kamar Johan. Ia mendapati adiknya tewas tergantung. Ayu lantas berteriak meminta pertolongan. Ayah dan ibunya lantas menyusul ke kamar Johan. Mereka langsung shock begitu melihat anaknya tewas dengan cara yang mengenaskan.

Menurut Lim Lie Sing (46), ibu Johan, tagihan kartu kredit Johan membengkak setelah ditipu oleh rekannya. “Sebulan lalu ada teman Johan yang berbelanja dengan memakai kartu kredit Johan. Orang itu berjanji akan mengganti uang yang dipakainya tersebut,” tuturnya.Karena percaya, Johan mengizinkan temannya untuk menggunakan kartu kreditnya itu. Bahkan dia juga menemani ketika berbelanja berbagai macam barang hingga mencapai jutaan rupiah. Temannya itu berjanji akan segera membayar utangnya tersebut.Setelah ditunggu sampai batas waktu yang dijanjikan, rekan Johan itu tak juga kunjung datang. Mengetahui rekannya ingkar janji, Johan lantas berupaya mencarinya itu. Tapi, setelah didatangi ke rumahnya yang masih berada di wilayah Tambora, rekannya sudah tidak tinggal di sana lagi.

Johan mulai stres. Apalagi tak beberapa lama kemudian, perusahaan kartu kredit itu terus menagihnya. Tak cukup hanya melalui telepon, perusahaan tersebut kemudian mengirimkan beberapa debt collector mendatangi rumah Johan. Petugas penagihan itu tak hanya meminta duit, tapi juga mengancam. Johan makin stres dan akhirnya memilih gantung diri. Sungguh tragis!

Source : Warta Kota

TOTO SUNANDAR

Debt Collector Mengganggu Anda..???
Ditulis Oleh LPKSM – KOMNAS PK-PU
Rabu, 20 Juli 2009
Anda Didatangi dan di terror oleh Debt Collector ???

Dalam permasalahan ini ( menghadapi Debt Collector ), terlebih dahulu perlu dipastikan, apakah Bpk/Ibu/ Sdr. membuat dan menandatangani Perjanjian untuk mencicil tagihan Finance/Lembaga Pembiayaan, kartu Kredit dengan Bank atau dengan Debt Collector nya?
Kalau Bpk/Ibu/Sdr atau Masyarakat Konsumen membuat perjanjian dengan pihak Lembaga Pembiayaan/Bank, Jawab saja :

* Maaf kami akan selesaikan sendiri dengan Lembaga Pembiayaan atau Bank Anda, dan kami tidak melayani orang yang bukan Petugas ( karyawan tetap ) apabila dia mengaku petugas tetap, tanyakan kartu tanda pengenalnya, kalau memaksa dan menakut-nakuti, laporkan ke RT/RW/Lurah atau Polisi terdekat ( Debt Collector telah  mengganggu ketertiban umum )
Sebaiknya, dalam hal penyelesaian tagihan Lembaga Pembiayaan atau kartu kredit, lebih baik dan lebih tepat, berhubungan langsung dengan Lembaga Pembiayaan/ Bank tersebut secara langsung (mendatangi Lembaga Pembiayaan/Bank), jangan berhubungan dengan Debt Collector nya. Setiap Perjanjian atau kesepakatan dalam rangka penyelesaian tagihan Lembaga Pembiayaan / Kartu Kredit dengan Bank, dipastika pula untuk dapat mengarsip/menyimpan dokumen2 tersebut untuk kegunaan di kemudian hari (misal: ada debt collector yang menagih).

Menjawab pertanyaan yang sering kami terima dari Bpk/Ibu/Sdr dan Masyarakat Konsumen, berikut dapat disampaikan:

1. Bila sudah ada perjanjian tertulis mencicil pembayaran,pihak debt
collector bisa merubah dengan meminta pembayaran full?

Dari pertanyaan ini saya dapat menduga, bahwa disimpulkan bahwa Bpk/Ibu/ Sdr. membuat perjanjian pencicilan kartu kredit dengan pihak debt collector, bukan dengan banknya ( tidak kan ?  tentu Bpk/Ibu/Sdr membuat perjanjian dengan Lembaga Pembiayaan/Banknya)

Namun, untuk menjawab pertanyaan Bpk/Ibu/Sdr, bahwa setiap perjanjian tidak bisa diubah secara sepihak oleh salah satu pihak dalam suatu perjanjian (dalam hal ini debt collector).

Adapun dasar hukumnya, Pasal 1338 KUH Perdata, sbb: “Semua Perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai UU bagi mereka yang membuatnya. Suatu Perjanjian tidak dapat ditarik kembali (dalam hal ini dibatalkan/diubah), kecuali dengan kesepakatan kedua
belah pihak, atau karena alasan UU dinyatakan cukup untuk itu. Suatu Perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik”.

Jadi, pihak debt collector tidak dapat seenaknya/sepihak merubah kesepakatan pencicilan pembayaran tagihan Finance atau kartu kredit tanpa persestujuan Bpk/Ibu/ Sdr/ Masyarakat Konsumen

2. Apakah tindakan menagih dengan kasar, hutang ayah yang anak tidak
tahu menahu awalnya dibenarkan?

*Tindakan penagihan hutang dengan cara/perlakuan kasar tidak dibenarkan.

3. Apakah ada hukum yg melindungi anak dalam hal ini? Karena saya dan
Keluarga saya  sudah ketakutan dengan teror debt collector?

Hukum melindungi setiap orang yang merasa terancam atau diancam oleh orang lain dan kami bertekad ( KOMNAS PK-PU ) pengemban amanah Undang-Undang No.8 Tahun Tentang Perlindungan Konsumen 1999, akan Selalu Siap Membantu Anda Masyarakat Konsumen Dimanapun Berada.

Apabila Bpk/Ibu/ Sdr atau Masyarakat Konsumen. merasa perlu dan teror yang dilakukan oleh debt collector sudah membuat keluarga merasa terancam dan ketakutan, dapat dilaporkan kepada pihak berwenang (kepolisian) atau kepada (Kantor Lembaga Perlindungan Konsumen KOMNAS PK-PU) terdekat dikota Anda, kalau belum ada Kantor Komnas PK-PU disini, Ayo Kita Dirikan, Agar Masyarakat Konsumen ( pemakai barang dan jasa ) sekitar anda dapat terbantu dari terror debt collector yang sangat mengganggu ketenangan warga.

Demikian jawaban kami ditujukan untuk Masyarakat Konsumen, semoga bermanfaat :

Disosialisasikan Oleh :komnas pk-pu

Email : komnaspkpu@gmail.com

About these ads
Komentar
  1. Andi mengatakan:

    Mhn info, payung hukumnya pendirian KOMNAS PK PU, trims..

  2. icha mengatakan:

    ada ym online nya?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s