Arsip untuk Oktober, 2010

Kami Pantau Keluhan Anda

Posted: Oktober 12, 2010 by Komnas "PKPU" in Tak Berkategori

RENUNGAN……………., dikala bersama keluarga tercinta dirumah.
Polwiltabes Tangkap Tiga Debt Collector
Terlalu Kasar Tagih Nasabah
SURABAYA – Tiga debt collector ditangkap Unit Idik I Satreskrim Polwiltabes Surabaya kemarin (19/11). Polisi menilai ketiganya berlebihan dalam menjalankan tugas penagihan sehingga membuat nasabah ketakutan.
Dua di antara tukang tagih itu tinggal di tempat yang sama dan terikat hubungan ipar. Mereka adalah Rose Sarkis Hutagalung alias Gunawan, 27, dan iparnya, Victor Tampubolon, 44, warga Jalan Banyu Urip Wetan Gg II. Seorang debt collector lain yang ditangkap adalah Mat Sahir alias Reza alias Sahrul, 25, warga Tambak Dalam.
Menurut Kanit Idik I Satreskrim Polwiltabes Surabaya AKP Arbaridi Jumhur, ketiganya ditahan karena menyita Supra Fit L 4375 VG milik Salamah, warga Pasar Tembok. “Penyitaan yang mereka lakukan bisa dikategorikan sebagai pencurian dengan kekerasan,” kata Jumhur.
Penyitaan yang mengandung unsur “kekerasan” itu berawal ketika tiga juru tagih tersebut menyanggong Salamah di Jalan Pasar Tembok Kamis lalu (30/11). Kabarnya, angsuran motor milik Salamah itu nunggak sembilan bulan di PT WOM Finance. Begitu Salamah keluar dari rumah, ketiganya langsung menguntit.
Sesampainya di Jalan Kalirungkut, ketiganya menghentikan karyawati PT HM Sampoerna itu dan langsung mengatakan bahwa motor yang dikendarai Salamah bermasalah. Tentu saja kalimat bernada bentakan tersebut membuat Salamah takut. Apalagi, Salamah berkendara sendirian, sementara yang menghentikan tiga debt collector.

Sebelum perdebatan berlanjut, Salamah minta izin menjemput temannya yang bernama Warsini. Rose Sarkis mengizinkan, namun Salamah dibonceng Mat Sahir. Setelah menjemput Warsini, Salamah kemudian dibawa ke Jalan Klampis. Di sana, ketiganya meminta Salamah untuk menyelesaikan kewajiban tunggakan dengan membayar Rp 3 juta. “Awalnya minta Rp 3 juta. Tapi, kemudian terus menurun hingga Rp 1 juta,” kata Jumhur.

Karena takut dan tidak punya uang, Salamah terpaksa menyerahkan motornya. Dia juga dipaksa menandatangani berita acara penyerahan motor itu. “Saya mau saja karena takut,” ujar Salamah di Polwiltabes Surabaya kemarin.

Merasa tidak terima dengan perlakuan yang cenderung kasar itu, Salamah melapor ke Mapolwiltabes Surabaya. ”Katanya debt collector yang kasar bisa dilaporkan sebagai bentuk premanisme,” imbuhnya.

Polisi langsung memproses kasus tersebut. Setelah diselidiki, ketiganya ditangkap di rumah masing-masing pada Senin malam. Kepada penyidik, Rose Sarkis mengaku pernah bekerja di PT WOM Finance dan merasa berhak untuk melakukan itu. Dua temannya mengaku hanya diajak. “Ada fee sebesar Rp 1,5 juta bila berhasil menarik motor yang bermasalah,” kata Mat Sahir.

Namun, ketika diperiksa, perwakilan PT WOM Finance mengaku tidak mempekerjakan tiga orang itu. “Rose Sarkis memang pernah kerja, tapi sudah tidak lagi. PT WOM tidak tahu-menahu mengenai hal itu ketika kami periksa,” jelas AKP Arbaridi Jumhur. (ano/fat)

DISOSIALISASIKAN OLEH :LPK-KOMNAS PK-PU
Jakarta – Anda menjadi korban preman? Jika iya, Anda bisa langsung mengontak kapolda dan kapolres setempat.
Ajakan ini dilontarkan Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol : Susno Duaji dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Menurut Susno, operasi pemberantasan kejahatan jalanan ini digelar hingga masyarakat aman. Sasaran mulai dari preman, hingga debt collector.
“Kalau masyarakat merasa aman, operasi tetap tidak akan berhenti sampai preman tidak ada,” cetus Susno.
Bagaimana jika aparat tidak merespon? “Silakan hubungi Direktorat I Keamanan Transnasional Bareskrim Mabes Polri nomor 021.721.8941 dan bisa langsung ke Kabareskrim 0815.977.1977,” kata Susno.
Dikatakan dia, pejabat di wilayah akan diminta pertanggungjawaban.
“Apabila ada kapolres yang tidak merespon, tolong ditulis besar-besar. Apabila kapolres marah laporkan karena berarti dia bekerjasama dengan preman,” papar dia.(aan/gah)

BISAKAH KITA MENGHINDARINYA……………..???, INGAT ANAK DAN ISTRI

Debt Collector WOM Ditahan
Written by Administrator
Wednesday, 15 April 2009 13:09
MALANG-Tiga orang debt collector WOM (Wahana Ottomitra Multiartha) Finance, Hariyono, 43 tahun dan Edy Supriyono warga Jalan Arif Margono Gang X Malang, serta Ponco Agus, 29 tahun, warga Jalan Bandulan Gang VI Malang, ditahan petugas Polresta Malang. Mereka dituduh melakukan pencurian sepeda motor Honda Revo N 2192 KJ yang diperkarakan Sarkawi Banda Sakdan, 45 tahun, warga Terusan Agus Salim V, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.
Pencurian motor yang dituduhkan itu, berlangsung Jumat (3/4) siang di areal parkir toko baju, samping Kantor WOM Finance Jalan Soekarno-Hatta Malang. Sedangkan pelapor sendiri, merupakan debitur motor WOM Finance.
Diperoleh keterangan, peristiwa bermula ketika korban memparkir motornya di depan toko baju dan hendak ke kantor WOM, untuk menanyakan tunggakan angsuran. Setelah berapa lama di dalam kantor finance, Sarkawi pun berniat pulang. Hanya saja, korban terkejut mendapati motornya sudah tidak berada di parkiran. Setelah ditanya, diketahui motornya sudah pindah tempat di kantor finance.
Seketika, Sarkawi bermaksud mengambilnya, namun pihak finance melarang. “Dari kejadian itu, korban beralih mengadu ke polisi. Dalam pemeriksaan, korban juga mengaku nunggak angsuran empat bulan,” jelas Kasatreskrim Polresta Malang, AKP Kusworo Wibowo SH SIk. (sit/lyo)

Satu lagi Kasus ADIRA

Posted: Oktober 12, 2010 by Komnas "PKPU" in Berita Polri

’Debt Collector’ ADIRA ditangkap

SRAGEN – Jajaran Polres Sragen berhasil membekuk empat orang debt collector (juru tagih) perusahaan pembiayaan PT Adira Finance, yang kedapatan membawa senjata api rakitan di Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen, Sabtu (23/11). Dua dari empat oknum tersebut adalah anggota TNI, yang tertangkap tangan saat melakukan penagihan secara paksa. Dua orang lainnya, Andi Triono (28) warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon Solo dan Ongen Latul (43) warga Jalan Kutai III No 2 RT 03/RW VII Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsati, Solo, dijebloskan ke tahanan Mapolres Sragen. Tersangka Ongen Latu ini diduga juga terdaftar sebagai anggota kelompok DMC (Dewan Muda Complex) Kajen, Kadipiro.Sedangkan dua oknum anggota TNI tersebut oleh Polres Sragen langsung diserahkan ke Denpom, untuk menjalani proses hukum militer. Selain mengamankan empat tersangka, petugas juga berhasil menyita barang bukti (BB) berupa senjata api rakitan, empat buah amunisi, satu selongsong peluru berikut dua sepeda motor.Sejumlah keterangan yang dihimpun Wawasan menyebutkan, terungkapnya kasus tersebut berlangsung saat tersangka yang merupakan juru tagih freelance perusahaan leasing PT Adira Finance mendatangi rumah Sukidi (48), Sidorejo RT 14/I, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen. Kedatangan mereka itu akan menyita sepeda motor Sukidi. Di rumah Sukisi itu mereka tak mendapatkan sepeda motor dimaksud, namun mereka malah mengambil sepeda motor merek Tossa Prima nomor polisi W 5010 LI. Ditahan polisi
Setelah mendapatkan motor rampasan tersebut, mereka pun melanjutkan perjalannya menagih ke rumah Agung Purnomo (34), warga Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen. Di rumah Agung Purnomo inilah, tersangka memgeluarkan senjata api rakitan yang dibawanya itu, untuk menakut-nakuti korban. Karena merasa angsuran motornya telah lunas, korban pun ngotot tak terima motornya ditarik oleh tersangka.

Kapolres Sragen, AKBP Dra Sri Handayanni SH didampingi Kasat Reskrim AKP Y Subandi kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (23/11) mengatakan, pihaknya telah menangkap dan mengamankan empat debt collector dari PT Adira Finance tersbut.

Pengaduan Konsumen

Posted: Oktober 9, 2010 by Komnas "PKPU" in Penyelesaian Sengketa Konsumen

Pengaduan Konsumen

Dasar utama dan sumber inspirasi Komnas PKPU  dalam bertindak adalah keluhan konsumen. Melalui pengaduan konsumen, mata, pikiran dan perasaan konsumen yang dirugikan oleh pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab diredefinisikan menjadi masukan berharga atau umpan balik (feed back) yang bermanfaat bagi kelanjutan aktivitas usaha itu sendiri. Karena itu usahakan agar keluhan Anda tersalurkan dengan baik dan dengan cara yang tepat.

Komnas PKPU menyediakan ruang pengaduan dengan beberapa ketentuan di bawah ini. Karena keterbatasan sumberdaya, untuk sementara pengaduan konsumen melalui email tidak dapat kami tindaklanjuti. Pengaduan, keluhan, saran, uneg-uneg konsumen yang disalurkan melalui “Suara Konsumen” akan kami rekam untuk kepentingan pendataan.

Tindakan awal konsumen bila merasa dirugikan (sebelum mengadu ke Komnas PKPU)

  1. Pastikan Anda memiliki semua dokumen dan bukti yang berkaitan dengan persoalan ini, termasuk identitas detil pelaku usaha yang telah merugikan Anda. Bilamana mungkin Anda mendapatkan nama individu yang terlibat transaksi dengan Anda
  2. Lakukan komunikasi lisan untuk meminta pertanggungjawaban pelaku usaha bersangkutan, dengan menceritakan kronologis kejadian dan diakhiri dengan permintaan (tuntutan) spesifik Anda sebagai konsumen akibat kerugian ini (misalnya ganti rugi material, permintaan maaf, dll.)
  3. Bila komunikasi lisan tidak membawa hasil seperti yang diharapkan, layangkan surat resmi yang ditujukan kepada Bagian dari Perusahaan yang menangani keluhan konsumen (misalnya Customer Service). Surat Pengaduan harus memuat paling tidak hal-hal berikut:
    • Nama dan alamat Konsumen serta Pelaku Usaha yang terkait
    • Persoalan atau sengketa konsumen yang terjadi
    • Kerugian yang diderita oleh konsumen
    • Kronologi singkat permasalahan, dilengkapi dengan data yang rinci
    • Permintaan (tuntutan) spesifik konsumen atas kerugian tersebut
    • Permohonan agar menanggapi surat pengaduan ini dalam waktu 7-14 hari dari tanggal surat/tanggal terima surat

    Surat Pengaduan dilampiri dengan fotokopi identitas konsumen dan salinan bukti-bukti pendukung secukupnya (jangan serahkan bukti asli).
    Bilamana perlu Surat Pengaduan ini ditembuskan ke pihak-pihak terkait untuk menjadi perhatian

  4. Pastikan bahwa surat tersebut sampai ke tangan yang tepat dan diproses sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan tersebut. Pastikan komunikasi Anda dengan pihak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap tindak lanjut surat Anda tidak putus.
  5. Bila Anda merasa pengaduan Anda tidak ditangani dengan semestinya dan menemui jalan buntu, Anda dapat menyampaikan pengaduan ke YLKI.

Penanganan Pengaduan Konsumen di Komnas PKPU

Konsumen menulis surat pengaduan berisi:

  • Nama dan alamat Konsumen serta Pelaku Usaha yang terkait
  • Persoalan atau sengketa konsumen yang terjadi
  • Kerugian yang diderita oleh konsumen
  • Kronologi singkat permasalahan, termasuk reaksi atau tanggapan Pelaku Usaha atas surat pengaduan yang dikirimkan Konsumen sebelumnya.
  • Permintaan (tuntutan) spesifik konsumen atas kerugian tersebut

Surat Pengaduan dilampiri dengan fotokopi identitas konsumen dan salinan bukti-bukti pendukung secukupnya (jangan serahkan bukti asli). Bilamana perlu Surat Pengaduan ini ditembuskan ke pihak-pihak terkait untuk menjadi perhatian

Keluhan dapat disampaikan ke Komnas PKPU melalui pos ke alamat:

Bagian Hukum dan Pengaduan Komnas PKPU

KOMNAS PK-PU Cabang Surabaya
Jl. Dukuh Menanggal VI/16 Surabaya
email : komnaspkpu@yahoo.co.id

Ir. SOEHARYONO , Pimpinan Cabang Komnas PKPU Surabaya


Untuk sementara pengaduan lewat email Komnas PKPU belum mendapat prioritas.

Setelah menerima pengaduan konsumen,akan melakukan tahapan berikut:

  • Memasukkan data pengaduan ke data base Komnas PKPU dan melakukan analisis masalah
  • Menulis surat kepada pelaku usaha bersangkutan untuk meminta penjelasan atas kasus atau sengketa konsumen ini dalam batas waktu 7-14 hari. Pihak terkait dan Konsumen akan mendapatkan surat tembusannya.
  • Dalam kasus-kasus tertentu Komnas PKPU masih bersedia mengirimkan Surat Pengaduan Kedua bila tidak menerima tanggapan dari Pelaku Usaha dalam kurun waktu tersebut. Bila surat kedua ini juga tidak ditanggapi, maka Komnas PKPU akan mengembalikan persoalan ke Konsumen, sambil menawarkan agar Konsumen membawa kasus ini ke BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) setempat.
  • Surat tanggapan dari pelaku usaha (biasanya ditembuskan juga ke Konsumen) adalah awal proses penyelesaian sengketa antara Konsumen dan Pelaku Usaha karena biasanya Pelaku Usaha akan menawarkan alternatif (alternatif-alternatif) penyelesaian sengketa. Di tahap ini terjadi komunikasi dan negosiasi antara Konsumen dan Pelaku Usaha sampai terjadi kesepakatan.
  • Bila sudah terjadi kesepakatan antara kedua pihak, sebaiknya pihak Konsumen atau Pelaku Usaha memberitahukan secara tertulis perkembangan terakhir ini agar menjadi catatan di data base Komnas PKPU
  • Bila kesepakatan tidak terjadi di antara kedua pihak, dan bilamana diperlukan, Komnas PKPU bersedia menjadi penengah (mediator) dalam proses ini. Syarat utama Mediasi yang difasilitasi Komnas PKPU adalah (1) harus dilakukan di kantor Komnas PKPU, (2) menepati jadual Mediasi yang ditentukan oleh Komnas PKPU dan (3) kedua belah pihak harus beritikad baik menyelesaikan persoalan.

Mekanisme Penanganan Pengaduan

Mekanisme Pengaduan Berkelompok

Foto dan Tema penulisan diambil dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI )

http://www.ylki.or.id/infos/view/pengaduan-konsumen