Kinerja PK-PU

Posted: Maret 3, 2011 by Komnas "PKPU" in Legalitas PK-PU Indonesia

MOCH. ANSORY SH.
DIREKTUR EKSEKUTIVE:
MAJALAH GUGATAN KONSUMEN INDONESIA

DIHIMBAU KEPADA LEMBAGA PEMBIAYAAN YANG SEDANG DIPROSES HUKUM DI PN.  AGAR TIDAK MELAKUKAN INTIMIDASI, TEROR DAN PERAMPASAN SE-WENANG-WENANG TERHADAP KONSUMEN SELAMA PROSES HUKUM SEDANG BERJALAN, AGAR TIDAK BERDAMPAK HUKUM YANG LAIN (PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN, DLL)

TERKAIT PERAMPASAN KENDARAAN KREDIT

 

1 http://www.polri.go.id Markas Besar Polisi Republik Indonesia
2 http://www.bnn.go.id Badan Narkotika Nasional
3 http://www.dephub.go.id Departemen Perhubungan
4 http://www.bpn.go.id Badan Pertanahan Nasional
5 http://www.depdagri.go.id Departemen Dalam Negri
6 http://www.dephut.go.id Departemen Kehutanan
7 http://www.depkes.go.id Depatemen Kesehatan
8 http://www.depsos.go.id Departemen Sosial
9 http://www.deptan.go.id Departemen Pertanian
10 http://www.depkeu.go.id Departemen Keuangan
11 http://www.imigrasi.go.id Ditjen Imigrasi Depatemen Hukum dan HAM
12 http://www.depdag.go.id Departemen Perdagangan
TDLPK NO. 183.51/77/2010

 

About these ads
Komentar
  1. RPP Law Firm mengatakan:

    Boleh-boleh saja Pihak LPK PKPU melindungi pihak konsumen yang nota bene adalah Debitur dari Pihak Finance.

    Akan tetapi pihak LPK PKPU jangan melupakan jika sebelum LPK PKPU mengenal dan mengikat kontrak kuasa dengan Debitur, telah terlebih dahulu ada suatu Perjanjian Pembiayaan Dengan Penyerahan Hak Milik Fiducia.

    Jika memang si Debitur tidak membayar kewajiban sesuai dengan isi Perjanjian yang telah dibuat dan ditanda tangani antara Debitur dan Finance, maka ketentuan perjanjian tersebut mengandung kwalifikasi “HUKUM” bagi para pihak yang bertanda tangan didalamnya.

    Namun saat ini dari sejumlah kasus-kasus yang saya hadapi, justru pihak Debitur akhirnya mengalami kerugian oleh karena pada akhirnya kendaraan yang dibeli secara kredit tersebut ditarik oleh pihak Finance. Harus menanggung biaya perkara juga harus rela kendaraannya diambil oleh pihak finance.

    Melalui media ini nampaknya pihak LPK PKPU lebih banyak memilih nasabah Lembaga Pembiayaan sebagai calon kliennya, sehingga berdasarkan pengalaman dilapangan pihak LPK PKPU dalam bertindak melakukan langkah hukum tidak proporsional.

    Sebagai contoh: Jika saya menikmati makanan dirumah makan akan tetapi selanjutnya saya tidak membayar biayanya, maka saya bukanlah orang yang beritikat baik.

  2. Moch. Ansory mengatakan:

    Ha…Ha…Ha…, Sidebitur ini Gampang ditebak Pasti Antek-Anteknya Finance yang nakal dan tidak patuh pada aturan dan perundang-undangan dan ingin mempengaruhi Konsumen dan menjelek-jelekkan LPKSM, Maaf Debitur Kalau LPKSM identitasnya jelas Pengemban amanah Undang-Undang No.8 TH. 1999 Jo PP No. 59 Tahun 2001 Direktur Eksekutifnya Bernama Moch. Ansory Sh, Lhaa dalah…. anda ini siapa, Kalau jantan sebut donk dari PT apa dan namanya siapa jangan pakai nama Debitur tetapi berlagak dan ngablak kayak Kreditur…..PENGECUT…..!!!

    Yang pasti anda (yang ngaku debitur) nggak ngerti apa yang anda omongin, program gugatan yang sedang dijalankan kok tanya yang menang Ha….Ha….Ha…. baca tuh diderektori Putusan MA, beracara sampai PK baru ngomong kalah atau menang. kan anda yang nulis baru digugat malah komentar mana yang menang….mabok kali ya, yang pasti Konsumen akan melakukan Demokrasi yang berkeadilan melalui gugatan di Pengadilan, Bukan kayak Finance-Finance yang nakal, Cipta Premanisme diNegeri ini. jangan kuatir bung “Becik ketitik olo ketoro” kebenaran pasti akan menang, silahkan lawan gugatan-gugatan rakyat pencari keadilan dengan uang kalian sampai Finance tidak nakal lagi.
    Tandanya Finance tidak nakal lagi :

    1. Tidak melanggar Prinsip kehati-hatian mengenal nasabah.
    2. Tidak melanggar Management Resiko.
    3. Menagih Konsumen dengan sopan dan tidak arogan/marah-marah.
    4. Tidak main rampas kendaraan dijalanan.
    5. Patuh dan taat pada Undang-Undang dan aturan yang berlaku di Indonesia.
    6. Sadar bahwa Konsumen adalah patner usahanya yang harus dihargai hak-haknya.

    Nah semoga bermanfaat dan jangan mengaku Debitur kalau ternyata Kreditur, Salam…

  3. Debitur mengatakan:

    Wakakaakak……emang LPKSM PK – PU menang ? hayooo jujur aja…..bagi para pemerhati website….memang benar LPKSM PK – PU menggugat beberapa finance Otto, Adira, FIF, BAF, WOM di PN Jepara dengan gugatan class action, tetapi semua KALAH ….

    • ningrat mengatakan:

      iya tah bos?beritannya di wb apa bos?

      • Debitur mengatakan:

        gampang jawabnya….kalau LPKSM menang, pasti sama mereka dipasang di website mereka dan taruh di majalah konsumen dan dikasih komentar “nih kami menang menggugat finance x,y,z”. Lha kalau ini ? yang ada cuma isi gugatan konsumen terhadap para finance di PN inilah itulah…..tp gak ada 1 pun putusan PN yang oleh mereka dipasang. Padahal semua gugatan yang dipasang di website mereka sudah diputus semua di PN tanpa ada kemenangan sedikitpun.

        Karena gak ada yang menang maka gak dipasang. Kalau dipasang pasti mengurangi kredibilitas LPKSM yang telah menggugat atuh…..

        hehehehehe…. siapa saja boleh saja menggugat gak ada yang melarang kok, tetapi JANGAN PERNAH mendalilkan sesuatu tanpa dasar hukum yang jelas. Perjanjian Pembiayaan antara anggota masyarakat dengan finance tidak dapat hanya sekedar dilihat dari sisi UU Perlindungan Konsumen. Dan mendalilkan si pelaku usaha telah melanggar psl 18 yang sering ditonjolkan oleh LPKSM ketika menggugat.

        Banyak aspek hukum yang lain selain UU Perlindungan Konsumen dan harus dilihat….. Mau tahu ? cari sendiri khan direktur LPKSM titelnya Sarjana Hukum ……

        Mangga abdi mah ningali weeeh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s